Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 03 April 2012

source: na9a.com
Badan pegel linu, panas dingin, persendian cenat-cenut, kepala pening, jantung berdegup kencang, rasanya lemas lunglai. Orang-orang yang melandaskan pemiklirannya pada sesuatu yang ilmiah, data, fakta, ilmu ini, ilmu itu akan mengatakan itu mungkin gejala melemahnya daya tahan tubuh. Tubuh mempunyai segudang senjata tak kasap mata yang mampu melindungi raga dan jiwa dari serangan benda asing seperti kuman, virus, dll yang dapat menimbulkan penyakit. Namanya sistem imun/kekebalan tubuh. Bukan berarti setiap orang menjadi bisa kebal terhadap benda asing yang masuk tubuh (ex: paku, pisau, besi, pedang, dll). Jika hal itu terjadi, semua orang jadi kebal senjata, hancurlah dunia persilatan. (apasih - -‘)


Tapi orang desa yang sedikit pengalaman akademisnya, mampu memberikan pernyataan sederhana tentang problem tubuh yang mulai tidak kebal ini. Mereka menamakannya masuk angin. Saya menerjemahkan dalam bahasa ilmiah sebagai enter wind. Cara pandang sederhana ini bukan omong kosong belaka. Banyak orang yang sudah membuktikan bahwa masuk angin benar-benar terjadi (ingat, dalam pandangan sederhana). Salah satu gejala yang mendukung ini adalah perut kembung. Oleh karena itu, masyarakat awam mulai mencari cara untuk mengusir angin nakal yang masuk ke dalam tubuh. Beragam cara dilakukan, dengan mengerik (kerokan), pijat, dll. Dengan mengandalkan gegaman berupa koin receh (biasanya 100 yang tebal atau 1000 yang tebal) plus minyak gosok atau minyak kelapa, selesai urusan mengusir angin. Punggung selalu menjadi sasaran aksi kerokan ini. Oleh karena itu, tidak dipungkiri hasil dari aksi kerokan adalah lukisan tulang belakang tepat di punggung kita, berwarna merah pekat, dan aroma minyak gosok di sekujur badan. Agak sakit memang untuk orang yang tidak biasa kerokan, tapi hasilnya insya Allah bablas angine. Begitu juga dengan pijat (saya lebih suka ini, hehe). Mulai dari kepala, leher, punggun, lengan, paha, betis, dan tungkai semua dipijat. Kali ini gegamannya lebih sederhana, hanya tangan dan minyak gosok. Hasilnya tidak kalah dari kerokan, bablas angine.

Treatment lanjutan setelah itu adalah istirahat. Dalam keadaan seperti itu, tubuh perlu istirahat lebih cukup. Apalagi, setelah dipijat biasanya udara-udara ngantuk mulai merasuki pikiran. Zzz...zzz.... Selain itu, treatment lanjutan bagi orang awam adalah minum jamu. Jamu itu singkatan dari JAaann ManjUr tenan... (ngasal, hehe). Beberapa komponen jamu tradisional memang sudah diteliti oleh para ilmuwan nun jauh di sana, bahwa jamu-jamuan memiliki pengaruh terhadap performance sistem kekebalan tubuh. Komponen jamu-jamuan seperti jahe, kencur, kunyit, temulawak, temu ireng, dll mungkin memiliki efek yang berbeda-beda terhadap peningkatan performance sistem kekebalan tubuh. 

Dunia medis sekarang mungkin akan lebih menyarankan untuk istirahat cukup, makan teratur, minum obat ini, minum obat itu. Insya Allah cara ini juga manjur bagi sebagian orang. Baik cara tradisional maupun cara medis modern, semua berawal dari satu niat bahwa: Enter wind tidak boleh dianggap sepele.
 
(duuutt.....) :)

-Widyanto-
Categories: , ,

2 komentar:

  1. hahaha..
    obat masuk angin ya kerokkan..:p
    lama aku gak kerokkan sejak ada T**ak An*in,haha..:D

    monggo mampir: EPICENTRUM:Lebah_Madu

    BalasHapus
  2. RP dilarang menyebut merk, kalo aku sih minum reject wind (jamunya smart people kata om pram). hoho :D

    BalasHapus

Komentar dipersilahkan