Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 25 Februari 2012


......

Mereka pulang. Zamzami berangkat kerja dan Syalimah tak memikirkan kejutan itu. Ia bahkan lupa pernah meminta apa dari suaminya. Delapan belas tahun mereka telah berumah tangga, baru kali ini suaminya akan memberi kejutan. Semua hal, dalam keluarga mereka yang sederhana, amat gampang diduga. Penghasilan beberapa ribu rupiah mendulang timah, cukup untuk membeli beras beberapa kilogram, untuk menyambung hidup beberapa hari. Semuanya dipahami Syalimah di luar kepala. Tak ada rahasia, tak ada yang tak biasa, dan tak ada harapan yang muluk-muluk. Tahu-tahu macam bakung berbunga di musim kemarau, suaminya ingin memberinya kejutan.

Syalimah dan Zamzami berjumpa waktu pengajian ketika mereka masih remaja. Zamzami yang pemalu, begitu pula Syalimah, menyimpan rasa suka diam-diam. Zamzami tak pernah berani mengatakan maksud hatinya, dan Syalimah takut menempatkan diri pada satu keadaan sehingga lelaki lugu itu dapat mendekatinya.

Namun, lirikan curi-curi di tengah keramaian itu kian hari kian tak tertahankan. Zamzami mengurangi kecepatannya menambah juz mengaji, padahal ia membaca Alquran lebih baik dari ia membaca huruf latin. Tujuannya agar makin lama dapat berada di dalam kelas yang sama dengan Syalimah. Berulang kali ditanyakannya kepada ustaz hal-hal yang ia sudah tahu. Dibentak bebal, ia tersenyum sambil menunduk. Adapun Syalimah, berpura-pura bodoh membaca tajwid, dimarahi ustaz, biarlah. Maksudnya serupa dengan Zamzami. Semua taktik yang merugikan diri sendiri itu, jika boleh disebut dengan satu kata, itulah cinta.

......

Disadur dari: Novel Pertama Dwilogi Padang Bulan, Andrea Hirata. 2010.



-Widyanto-

Minggu, 19 Februari 2012


Nah, tidak hanya bidang geografi saja yang punya peta, tapi bidang pangan pun punya, hehe. Anyway, peta babi bukan berarti peta penyebaran babi, peternakan babi, atau lokasi-lokasi yang menunjukkan banyak terdapat babi. Peta babi adalah sebuah diagram atau mapping yang menunjukkan penggunaan babi dan produk turunan babi (bukan anak babi ya maksudnya) pada produk-produk pangan, obat-obatan, atau pun kosmetika. Menyinggung mengenai produk turunan babi, yang saya maksud bukan anak babi, melainkan bahan-bahan, zat, atau produk yang dapat dihasilkan dari bagian tubuh babi. Berikut adalah gambaran umum peta babi, saya download dari website LPPOM MUI:


Bagian-bagian tubuh babi yang sering dimanfaatkan untuk produk pangan, obat-obatan, dan kosmetika antara lain:

Minggu, 12 Februari 2012

 

Sekelompok relawan mengonsumsi setengah kilo buah stroberi setiap hari selama dua minggu untuk membuktikan bahwa mengonsumsi buah stroberi akan meningkatkan kapasitas antioksidan dari darah. Studi ini membuktikan bahwa stoberi mampu menaikkan respon sel darah merah terhadap stres oksidatif, sebuah ketidakseimbangan yang dihubungkan dengan berbagai macam penyakit.

Para peneliti sebelumnya sudah mencoba untuk mengonfirmasi kapasitas antioksidan dari stroberi menggunakan penelitian secara in vitro. Sebuah tim peneliti dari UNIVPM Italia dan Universitas Granada Spanyol telah mendemonstrasikan efek buah stroberi secara in vivo, dalam sebuah penelitian menggunakan relawan manusia dan dipublikasikan dalam jurnal Food Chemistry.

Kamis, 09 Februari 2012

kentang ungu-sciencedaily.com
Dua porsi kecil kentang ungu (Purple Majesty) sehari dapat menurunkan tekanan darah sekitar 4% tanpa menyebabkan kenaikan berat badan. Para peneliti yang menulis riset dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry ACS, menyatakan bahwa meskipun efek yang timbul terlihat kecil, tetapi efek tersebut cukup potensial di dalam mengurangi berbagai macam penyebab sakit jantung.

Joe Vinson dkk menyimpulkan bahwa masyarakat USA mengonsumsi kentang lebih banyak dari jenis sayuran yang lainnya. Kentang ungu yang banyak terdapat di pasaran USA memiliki banyak kandungan senyawa antioksidan. Di Korea, kentang ungu dikenal sebagai obat penurun berat badan. Tim Joe Vinson menginvestigasi efek dari mengonsumsi 6-8 potongan kecil kentang ungu yang dimasak menggunakan microwave sebanyak dua kali sehari pada 18 orang relawan yang kebanyakan dari mereka mengalami obesitas dan tekanan darah tinggi. Para relawan dibagi menjadi dua kelompok, yang mengonsumsi kentang dan yang tidak mengonsumsi kentang. Semua relawan melakukannya dalam waktu empat minggu, kemudian perlakuan ditukar selama empat minggu berikutnya (yang mengonsumsi kentang sebelumnya, empat minggu berikutnya menjadi tidak mengonsumsi kentang, dan sebaliknya). Selama penelitian, tekanan darah sistolik dan diastolik diukur, begitu juga berat badan dan indikator kesehatan lainnya.

Minggu, 05 Februari 2012


Baru saja pagi ini saya bercerita dengan Ibu lewat telepon. Beliau menceritakan sedikit kisah menyedihkan. Begini ceritanya,,

Di tempat tinggalku ada seorang Bapak yang kesehariannya berjualan roti keliling menggunakan gerobak beroda tiga yang dikayuh seperti becak, bel-nya berirama khas iklan sebuah perusahaan roti terkemuka di Indonesia. Beliau mempunyai dua orang anak laki-laki, yang pertama masih SMP, dan yang kedua masih SD. Saya mengenal mereka sejak mereka masih kecil. Dulu, mereka sekeluarga tidak tinggal di desa tempat tinggalku, tetapi jauh di daerah Magelang sana. Sang Bapak memulai usahanya dari berjualan kupat tahu, atau ada yang menyebutnya ketoprak. Dibantu istrinya yang menyiapkan bahan-bahan segala rupa, sang Bapak berangkat dari pagi sampai terkadang malam. Karena saya pulang kampung tidak pernah lama-lama, hanya sekilas dari kesehariannya yang saya ketahui.

Sabtu, 04 Februari 2012

Waktu hendak berangkat sholat jumat kemarin, saya lewat jalan yang biasa saya lewati menuju masjid kampus. Suasana agak mendung siang itu. Dalam perjalanan, saya melihat tiga orang anak kecil yang masing-masing memanggul karung. Entah apa isinya, tetapi saya menduga semacam barang-barang bekas seperti kertas dan lainnya. Sembari mengobrol, mereka berjalan dengan langkah kecil mereka yang tidak bisa mendahului langkah besar dua orang mahasiswa di depannya. Seorang bapak juga berjalan di track yang sama saat itu. Meski langkahnya besar, bapak itu tetap berada di belakang ketiga anak tersebut, seperti tidak ingin mendahului mereka. Sementara itu, saya sibuk mengambil gambar di belakang mereka, sampai akhirnya saya bergegas untuk mempercepat langkah mendahului mereka semua. Saya hanya melirik dan langsung berjalan cepat menuju masjid. Yang teringat di pikiran saya sampai sekarang adalah Jumat saat itu mendung.
...
Benar saja, selesai ibadah Jumat, saya terpaksa berteduh selama beberapa menit di koridor masjid, karena hujan mulai turun cukup deras. Hujan menghapus panas di bumi, sekaligus ingatan saya bahwa saya sudah mengambil beberapa gambar tadi sebelum sampai di masjid.