Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 19 Juli 2012


Padahal sudah bulan Juni tapi baru posting,..Hehe, 
Judul lagu aslinya Januari di Kota Dili, sekarang aku mau cerita pengalamanku pergi ke Dili, Republic Democratic Timor Leste (RDTL). Berawal dari tawaran dosenku untuk menemani beliau memberikan training dengan WHO (World Health Organization) di kota ini, langsung aku terima saja tawaran tersebut. Semua materi training, paspor, tiket, dll sudah kami siapkan dan tinggal berangkat saja. Kami mendarat di International Aeroporto Internacional Presidente Nicolau Lobato. Bandaranya tidak terlalu besar, namun banyak sekali helikopter dari PBB yang mangkal di sana. Orang-orang bilang itu digunakan untuk memantau daerah perbatasan. Kesan pertama melangkahkan kaki di tanah Dili adalah PANAS. Tapi, Dili memiliki pantai yang indah dan kota ini dikelilingi oleh pegunungan yang cantik.

tiba di bandara Presiden Nicolau Lobato, Dili
mengurus VoA


Tiba di luar negeri, segera kami mengurus visa. Kebetulan visa yang berlaku di sini adalah VoA (Visa on Arrival), jadi begitu kita arrived di sana, kita harus bayar visa yang berlaku untuk 30 hari saja, jumlahnya USD 30 per orang. Selesai mengurus keimigrasian dan mengambil luggages, kami dijemput oleh staf WHO, Pak Fransiscus dan Pak Crispin. Pak Fransiscus menjadi driver kami saat itu, sedangkan Pak Crispin memang sudah menjadi PIC kami dari sebelumnya. Sementara driver melakukan tugasnya, kami sibuk diterangkan tentang keadaan Dili, apa-apa yang terlihat di sisi kanan dan kiri mobil Land Cruiser putih yang kami naiki sepanjang jalan diterangkan oleh Pak Crispin. Saat itu sedang masa kampanye. Saya tidak menyangka partai politik di sana sudah berjumlah sebanyak 21 partai. Banyak juga ya?

Ketika kami melewati sebuah gedung yang megah, Pak Crispin segera mengambil bagiannya lagi, “Ini istana presiden”. Nah, akhirnya kami sampai di hotel yang sudah dipesan oleh staf WHO untuk kami tempati selama seminggu. Hotel ini terletak di daerah Colmera, Dili. Daerah pusat kota, tepatnya di jalan Colmera atau dalam bahasa Portugis dinamakan Rua du Colmera. Omong-omong tentang bahasa, masyarakat Dili sehari-harinya menggunakan bahasa Tetum sebagai bahasa nasional. Akan tetapi, untuk bahasa administratif atau pemerintahan digunakan bahasa Portugis. Nah, bahasa Indonesia bagaimana? Mereka juga masih lancar berbahasa Indonesia, karena dulu sebagian besar masyarakat Dili juga mengenyam pendidikan bahasa Indonesia sewaktu Timor-Timur masih menjadi bagian dari NKRI.

daerah Colmera, Dili
pagi di kota Dili

Sebenarnya saya agak malu waktu itu, karena saya terbiasa menggunakan bahasa Inggris ketika berkomunikasi dengan Pak Crispin. Nah, ketika jalan-jalan di sekitar hotel saya disarankan untuk membeli SIMCard (kartu GSM) Timor Telecom, satu-satunya provider GSM di RDTL. GSM di sini harganya USD 3, ditambah pulsa waktu itu saya belinya USD 7, jadi total USD 10. Beli GSM dan pulsanya pun tidak di counter-counter seperti di Indonesia, tetapi di satu counter khusus milik Timor Telecom (semacam toko). Waktu itu saya coba berbicara dengan bahasa Inggris, tapi kata Pak Crispin, “sudah pak Anto, mereka tahu kok bahasa Indo” sambil tersenyum. Haha, dalam hati “dari tadi kek”. Yah maklum, mereka selalu mengobrol dengan bahasa Tetumnya yang sama sekali tidak saya pahami. Jadi saya pikir mereka ini bisa bahasa Indo gak ya? Eh, ternyata bisa.

Nah, satu lagi. Di Indonesia timur mungkin sudah menjadi kebiasaan untuk memanggil seseorang yang masih muda dengan sebutan ‘kakak’ yang saya artikan ‘mba’ atau ‘mas’. Jadi kalau ketemu pengurus hotel misalnya, mereka menyapa saya, “Selamat Pagi Kakak!”. Orang Timor Leste memang ramah.

Sampai di sini dulu ceritanya, nanti dilanjut lagi insya Allah.. :D

-Widyanto-
Categories: , ,

4 komentar:

  1. kereeeeeeeeeen...

    berarti yg di mangga dua itu orang Indonesia Timur juga donk?
    "Silahkan kakaaaaaaaak" "Cari apa kakaaaaaak?"
    XD

    BalasHapus
  2. hahaha, enggak juga sih kakak, :D
    kalo gitu, yang di hokben, dll juga atuh, :p

    BalasHapus
  3. jadii pengen k kota dili kota kelahiran aq......

    BalasHapus

Komentar dipersilahkan