Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 16 Oktober 2012

Orang kalau sedang marah katanya darahnya lagi naik ke ubun-ubun, kepalanya sedang panas, emosinya tinggi, dan lain-lain. Ketika seseorang marah, ia butuh sesuatu untuk menurunkan emosinya, mendinginkan kepalanya, dan menurunkan tekanan darahnya. Orang yang sedang dalam kondisi high voltase layaknya ingin mendapat perhatian. Betapa orang yang marah itu terlihat ‘aneh’ di mata orang lain, khususnya yang berada di sekitarnya. Wa bil khusus lagi orang yang jarang atau tidak pernah melihat seseorang marah dan suatu saat melihatnya marah. Pasti berkesan.

Selasa, 25 September 2012


sumber: LPPOM MUI (halalmui.org)


Assalamu’alaikum... 

A new post today ... Saya tertarik untuk menulis tentang bahan haram berdasarkan mapping yang sudah dibuat oleh LPPOM MUI sebelumnya. Sebut saja Peta Bahan Haram (Haram Material Mapping). Peta Bahan Haram (PBH) ini seperti Peta Babi yang ditulis sebelumnya, hanya saja lebih luas pemetaannya. Disebut dengan ‘bahan’ karena pada umumnya terlibat dalam proses pengolahan pangan, pembuatan obat, ataupun kosmetika baik sebagai bahan baku, substitusi, penolong, dll. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan produk-produk tersebut, beberapa pada umumnya termasuk kategori ‘titik kritis ‘ dalam sifat kehalalannya. Suatu produk menjadi berstatus haram manakala bahan yang digunakan dalam proses pembuatannya merupakan bahan dari zat yang jelas-jelas haram atau merupakan bahan turunannya. 

Bahan-bahan haram yang ditulis dalam Peta Bahan Haram dan penggunaan umum pada produk pangan, obat, atau kosmetika antara lain sebagai berikut ini:

Kamis, 13 September 2012

source: bacabacaquran.com
Bapakku di usianya yang hampir menginjak 60-an, setiap hari selalu membuka mushaf Al Quran. Sehabis maghrib, sehabis Subuh, beliau duduk di atas tempat tidurnya lengkap dengan sarungnya dan mulai membuka mushaf. Sebuah kebiasaan yang jarang aku temui beberapa tahun sebelumnya. Tidak ada kesan lain yang aku tangkap, melainkan kemauan untuk belajar. Dulu, ketika aku masih kecil, Ibu suka mencoba bacaan Bapak dengan buku iqro yang berjilid, dan memang ada aja yang salah. Waktu itu seperti permainan menebak huruf saja.


Senin, 27 Agustus 2012

Dear friends,
Ini yang terakhir insya Allah. Isinya poto-poto aja ya.. hehe.

helikopter parkir di bandara Nicolau Lobato

landasan pacu bandara di dekat pantai

sesaat setelah take-off

Minggu, 05 Agustus 2012


Ini adalah artikel ketiga tentang perjalanan saya ke Dili. Kali ini saya ingin cerita seputar kewajiban saya sebagai umat Islam laki-laki yang mesti dilaksanakan seminggu sekali, iya, Jumatan. Ibadah jumat di Timor Leste tidak semudah di Indonesia. Hanya ada satu masjid besar yang sering dipakai oleh umat Islam Timor Leste, namanya masjid An Nuur. Masjid ini terletak di daerah Kampung Alor, yaitu kampung muslim di Timor Leste, dekat dengan area pantai Kelapa. Sebenarnya di pelosok daerah lainnya juga sedang dibangun beberapa masjid, mengingat sedikitnya masjid di sana sehingga untuk memudahkan umat yang ada di pelosok agar tidak jauh-jauh datang ke Kampung Alor maka dibangunlah masjid lainnya. Masjid An Nuur sedang direnovasi saat itu. Tetapi, sedang tidak direnovasi pun saya bisa membayangkan rupa sebelumnya. Masjidnya tampak seperti masjid lama, dan (maaf) beberapa spot terlihat agak kumuh. Di sekeliling masjid adalah area pesantren yang sama keadaannya. Menjelang sholat Jumat anak-anak masih belajar mengaji bersama pak ustadz di beberapa ruangan di samping masjid. Fasilitas kamar mandi dan tempat wudhu juga memprihatinkan. Akan tetapi di bagian dalam masjid sungguh berbeda. Ada sebuah taman di dalam masjid yang semakin memberi kesan hijau dan segar di tengah panasnya udara Timor Leste. Bagian mimbar dan ruang utama masjid sudah mulai direnovasi dan tampak lebih bersih dibandingkan bagian luarnya. 

diresmikan 1981 sewaktu masih bareng dengan Indonesia
bagian dalam ruang utama, tampak mimbar warna putih